SEA Games Kuala Lumpur 2017

Negara Tetangga Menelan Penutupan SEA Games yang Serba Malaysia

akurat logo
Hervin Saputra
Kamis, 31 Agustus 2017 02:23 WIB
Share
 
Negara Tetangga Menelan Penutupan SEA Games yang Serba Malaysia
Kembang api di Stadion Nasional Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Kamis (31/8), pada malam penutupan SEA Games ke-29, bertepatan dengan hari kemerdekaan Malaysia yang ke-60. (Foto: Akurat.co/Sopian).

AKURAT.CO, Seorang fotografer yang penampakannya tampak berusia di atas 50 tahun menghampiri saya sesaat setelah video para peraih medali emas SEA Games 2017 ditayangkan di layar raksasa di Stadion Nasional Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Rabu (30/8).

Dengan wajah yang tampak kesal, ia mengeluhkan tayangan video itu karena hanya berisi atlet-atlet Malaysia saja. Menurutnya, video yang hanya berisi atlet Malaysia belaka tersebut tak layak diputar di acara penutupan pesta olahraga se-Asia Tenggara.

“Saya seperti berada di Malaysian National Games, bukan SEA Games,” ucapnya. “Ini berlebihan.”

Lantas saya bertanya dari mana dia berasal. Dia menjawab dari Filipina. Sambil berceloteh dia memprotes slogan Malaysia yang menyebutkan bahwa SEA Games ke-29 di Kuala Lumpur adalah ajang untuk mempersatukan bangsa-bangsa di Asia Tenggara sementara acara penutupan itu terasa serba Malaysia.

“Seharusnya mereka menampilkan juga pemenang dari Kamboja, Laos, dan yang lainnya,” kata dia.

Untuk hal ini, saya sependapat dengan fotografer tersebut. Bukan karena saya berasal dari Indonesia dan Indonesia hanya sampai ke posisi kelima dengan 38 medali emas yang merupakan pencapaian terburuk dalam sejarah SEA Games.

Namun, sebagai pentas negara-negara di kawasan Asia Tenggara, acara penutupan tersebut seakan-akan ingin melimpahi hadirin non-Malaysia dengan semua yang berbau Malaysia.

Diawali dengan musik marching band dari Angkatan Tentara Malaysia di mana beberapa kali mayoretnya gagal menangkap tongkat yang dilemparkan ke udara, seremoni ini tak lain terasa sebagai event yang sangat politis.

Memang benar bahwa event seperti SEA Games memiliki dimensi politik, namun sebagai warga negara Indonesia, cara Malaysia mengadakan acara penutupan tersebut mengingatkan saya dengan situasi Indonesia di era Orde Baru.

Situasi di mana masyarakat diarahkan untuk “memuji negara” tanpa kritik. Situasi di mana masyarakat diminta berterimakasih kepada negara karena negaralah yang membuat masyarakat sejahtera.

Simak saja kutipan lirik salah satu lagu kemerdekaan Malaysia yang pertamakali diperdengarkan pada tahun 2000, Keranamu Malaysia. Lagu ini diputar dan dinyanyikan oleh hadirin di seantero stadion. Demikian kira-kira sebagian bunyinya:

Keranamu kami mendakap tuah (karenamu kami memeluk keberuntungan)
Keranamu kami bangsa bangsa berjaya
Keranamu kami hidup nyaman
Limpah budi kemakmuran negara

…….

Keranamu negara Malaysia
Malaysia…
Terima kasih Malaysia

Lagu ini menyiratkan makna bahwa negaralah yang menjadi penyebab atas kemakmuran negara. Sebab itu, rakyat harus berterimakasih kepada negara.

Sebagai warga negara non-Malaysia, saya tentu tidak berhak memberikan penilaian atas pola hubungan pemerintah Malaysia dan rakyatnya sebagaimana yang disiratkan dalam lagu ini. Namun, menjadi persoalan ketika lagu ini diputar di depan hadirin pada sebuah event regional yang melibatkan banyak negara.

Saya tidak sedang membicarakan demokrasi, karena demokrasi Malaysia adalah urusan masyarakat dan Malaysia sendiri. Namun, kita sedang berbicara tentang persaudaraan sebagai sesama negara Asean, yang terus-menerus didengungkan oleh Malaysia pada SEA Games ke-29.

Acara penutupan SEA Games di mana Malaysia merebut 145 medali emas dengan total 323 medali itu telah membuat wakil dari negara lain merasa “diasingkan”. Ini jelas urusan politik dan para politisi. Karena di medan pertandingan, para atlet selalu menunjukkan respek dengan saling mendukung antar sesama mereka meski mereka berasal dari negara berbeda.

Satu-satunya hiburan, lagi-lagi bagi orang Indonesia, yang bisa dinikmati dalam upacara penutupan yang lebih mirip seperti konser musik pop penyanyi Malaysia itu adalah munculnya seorang musisi legendaris yang lagu-lagunya melimpahi selera masyarakat Indonesia di tahun 1990-an: Amy Search.

Dengan menyanyikan lagu Isabella dan Cinta kita - dinyanyikan bersama penyanyi Indonesia, Inka Christie - secara medley, Amy telah mencairkan rasa politik yang terlalu kental karena lantunan suaranya yang prima sebagai sebuah hiburan yang benar-benar menghibur.[]

 


Editor. Hervin Saputra

 

Rekomendasi


 

 

News Feed

Diklaim Pertama di Dunia, Ini Roti dari Jangkrik yang Dikeringkan

Jumat, 24 November 2017 16:20 WIB

Frazer Bakeries baru saja mengenalkan roti berbahan serangga pertama di dunia yang dijual ke konsumen di toko, Kamis (23/11)


Harga Ikan Laut Melambung Tinggi Selama Cuaca Buruk

Jumat, 24 November 2017 16:16 WIB

Harga ikan laut di pasar tradisional Kota Kendari, Sulawesi Tenggara mengalami kenaikan yang disebabkan oleh cuaca buruk.


Idrus Marham Sosialisasikan Plt Ketua Umum

Jumat, 24 November 2017 16:15 WIB

Idrus Marham berharap seluruh kader Partai Golkar tetap solid.


Bulog Bau Bau Telah Siapkan 3 Komoditas Jelang Natal

Jumat, 24 November 2017 16:13 WIB

La Rahibun : ketiga komoditas yang telah disiapkan di gudang penyimpanan yakni beras, gula pasir, dan bawang putih.


Kasus Penghinaan Pahlawan, Polda NTB Koordinasi dengan Dewan Pers

Jumat, 24 November 2017 16:12 WIB

Pelapor dalam kasus dugaan penghinaan ini mengatasnamakan Tim Pembela Pahlawan Nasional Maulana Syeikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Majid.


Kejurnas 2017: Ajang Evaluasi Atlet Pelatnas

Jumat, 24 November 2017 16:12 WIB

Kejurnas tahun ini untuk menjadikan laga evaluasi bagi para atlet pelatnas.


Game Lawas Ini Bisa Kembali Anda Nikmati Tahun Depan

Jumat, 24 November 2017 16:10 WIB

My Tamagotchi Life tidak akan tersedia di iOS dan Android hingga tahun depan.



Misteri Inisial SN di Balik Nama Saksi Kasus Penyerangan Novel Baswedan

Jumat, 24 November 2017 16:06 WIB

Jubir KPK meluruska, SN bukan Setya Novanto.


Kereta di India Salah Tujuan sampai 160 Kilometer

Jumat, 24 November 2017 16:05 WIB

Rombongan 1.500 petani akan kembali ke Maharashtra, negara bagian di barat India seusai mengikuti demonstrasi di Delhi.


Penyerapan APBD Kalteng Masih Rendah

Jumat, 24 November 2017 16:03 WIB

Penyerapan APBD Kalimantan Tengah baik belanja langsung maupun tidak langsung belum ada yang mencapai 75 persen.


Indonesia vs Guyana, Momen Nostalgia Para Legenda

Jumat, 24 November 2017 16:03 WIB

PSSI juga telah mengundang sebanyak 36 legenda untuk menyaksikan pertandingan yang rencananya akan berlangsung di Stadion Patriot, Bekasi, S


Golkar Polisikan Ahmad Dolly Kurnia

Jumat, 24 November 2017 16:02 WIB

Ahmad Dolly Kurnia dinilai telah melakukan pencemaran nama baik.


Lazada Lirik Produk Kreatif Mahasiswa

Jumat, 24 November 2017 16:01 WIB

Lazada melirik sekaligus mengajak kalangan mahasiswa untuk menjadi seller produktif kreatif untuk membantu perekonomian ke depan.


Isu Krusial RUU KUHP Ini Disorot Ulama NU

Jumat, 24 November 2017 16:00 WIB

ada empat isu krusial yang menjadi perhatian khusus peserta bahtsul masa'il di dalam RUU KUHP.