/ Sosok / Berita
SEA Games Kuala Lumpur 2017

Bocah Susah Makan dengan 5 Medali SEA Games dalam Genggaman

akurat logo
Hervin Saputra
Kamis, 24 Agustus 2017 00:21 WIB
Share
 
Bocah Susah Makan dengan 5 Medali SEA Games dalam Genggaman
Rifda Irfanaluthfi merebut menjadi atlet peraih medali terbanyak dengan lima medali pada cabang senam artistik SEA Games 2017. (Foto: Antara/Sigid Kurniawan).

AKURAT.CO, Semasa balita, Rifda Irfanaluthfi termasuk anak yang susah makan. Meski demikian, ia adalah bocah yang aktif. Akibat kegesitan dan nafsu makan yang tak seimbang, Rifda sering sakit-sakitan.

Oleh ibunya, yang kala itu adalah guru di Sekolah Olahraga Ragunan, Jakarta Selatan, Rifda diarahkan untuk berolahraga untuk membangkitkan nafsu makannya.

“Akhirnya bunda aku masukin aku ke renang pertama kalinya, untuk menambah nafsu makan,” kata Rifda usai meraih medali emas senam artistik kategori balok keseimbangan (balance beam) SEA Games 2017 di Malaysian Trade and Exhibition Centre, Kuala Lumpur, Rabu (23/8).

Sejak itu, atau persis mulai kelas satu Sekolah Dasar, Rifda memulai kehidupannya sebagai atlet. Dalam waktu enam bulan, atlet kelahiran Jakarta, 16 Oktober 1999, ini langsung menguasai empat gaya berenang dengan gaya punggung sebagai spesialisasinya.

Namun, renang ternyata tidak membawa Rifda ke tempat yang tepat. Dalam beberapa kali kejuaraan se-Jabodetabek, Rifda hanya meraih perunggu. Sementara itu, perkembangan tubuhnya pun tak sepesat rekan-rekannya yang memang cocok menjadi atlet renang.

“Akhirnya bundaku ajak aku ke hall senam. Pas di hall senam, aku lihat ada anak seumuran aku lompat-lompat di trampolin, roll-roll, itu kelihatannya asyik. Kok asyik banget ya, terus habis itu, (aku bilang), ‘Bun besoknya latihan ya’. Terus besoknya langsung latihan,” kata Rifda.

Rifda Irfanaluthfi bersama pelatihnya, Eva Novalina Butarbutar, dalam persiapan SEA Games 2017 di Gelanggang Olahraga Raden Inten, Jakarta Timur, 8 Agustus silam. (Foto: Antara/Sigid Kurniawan).

Sepuluh tahun kemudian, Rifda menjelma sebagai atlet senam sesungguhnya sebagai peraih medali perak kategori senam lantai SEA Games 2015 di Singapura. Di tahun yang sama, ia juga turun pada Kejuaraan Dunia di Glasgow, Skotlandia, dengan menduduki peringkat ke-126 dari total 191 pesenam.

Debut di Kejuaraan Dunia itu juga menjadi pengalaman yang cukup berat bagi Rifda karena ia beberapa kali terjatuh pada kategori meja lompat (vault) dan palang keseimbangan. Akibatnya, ia gagal melaju ke Olimpiade Rio De Janeiro 2016.

Namun, sebagaimana dikatakan oleh pelatih senam Malaysia, Ng Shu Wai, Rifda adalah atlet yang berkembang. Di Kuala Lumpur 2017, ia adalah atlet dengan medali terbanyak.

Dari lima kategori yang diikutinya, Rifda selalu menempatkan diri di podium juara. Rinciannya adalah emas untuk balok keseimbangan, perak untuk meja lompat, dan tiga perunggu pada senam lantai, palang bertingkat (uneven bars), dan beregu.

Rifda Irfanaluthfi saat beraksi di kategori palang bertingkat di SEA Games 2017 di Malaysian International Trade and Exhibition Centre, Kuala Lumpur, Selasa (22/8). (Foto: Akurat.co/Sopian).

Sepulang dari SEA Games, Rifda akan mempersiapkan diri untuk Asian Games 2018 di Jakarta seraya menjalankan peran sehari-harinya sebagai mahasiswi semester awal jurusan Olahraga dan Kepelatihan Universitas Negeri Jakarta.

Ketika ditanya tentang bonus Rp 200 juta yang dijanjikan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi untuk setiap medali emas SEA Games, Rifda menjawab dengan awalan yang cukup mengharukan.

“Mmm… pertama aku mau naik haji-in bunda sama ayah aku. Terus kalau uangnya cukup banyak sisanya, aku pengen beli mobil untuk transportasi aku ke rumah, kampus, hall,” ucapnya.[]


Editor. Hervin Saputra

 

Rekomendasi


 

 

News Feed

Diklaim Pertama di Dunia, Ini Roti dari Jangkrik yang Dikeringkan

Jumat, 24 November 2017 16:20 WIB

Frazer Bakeries baru saja mengenalkan roti berbahan serangga pertama di dunia yang dijual ke konsumen di toko, Kamis (23/11)


Harga Ikan Laut Melambung Tinggi Selama Cuaca Buruk

Jumat, 24 November 2017 16:16 WIB

Harga ikan laut di pasar tradisional Kota Kendari, Sulawesi Tenggara mengalami kenaikan yang disebabkan oleh cuaca buruk.


Idrus Marham Sosialisasikan Plt Ketua Umum

Jumat, 24 November 2017 16:15 WIB

Idrus Marham berharap seluruh kader Partai Golkar tetap solid.


Bulog Bau Bau Telah Siapkan 3 Komoditas Jelang Natal

Jumat, 24 November 2017 16:13 WIB

La Rahibun : ketiga komoditas yang telah disiapkan di gudang penyimpanan yakni beras, gula pasir, dan bawang putih.


Kasus Penghinaan Pahlawan, Polda NTB Koordinasi dengan Dewan Pers

Jumat, 24 November 2017 16:12 WIB

Pelapor dalam kasus dugaan penghinaan ini mengatasnamakan Tim Pembela Pahlawan Nasional Maulana Syeikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Majid.


Kejurnas 2017: Ajang Evaluasi Atlet Pelatnas

Jumat, 24 November 2017 16:12 WIB

Kejurnas tahun ini untuk menjadikan laga evaluasi bagi para atlet pelatnas.


Game Lawas Ini Bisa Kembali Anda Nikmati Tahun Depan

Jumat, 24 November 2017 16:10 WIB

My Tamagotchi Life tidak akan tersedia di iOS dan Android hingga tahun depan.



Misteri Inisial SN di Balik Nama Saksi Kasus Penyerangan Novel Baswedan

Jumat, 24 November 2017 16:06 WIB

Jubir KPK meluruska, SN bukan Setya Novanto.


Kereta di India Salah Tujuan sampai 160 Kilometer

Jumat, 24 November 2017 16:05 WIB

Rombongan 1.500 petani akan kembali ke Maharashtra, negara bagian di barat India seusai mengikuti demonstrasi di Delhi.


Penyerapan APBD Kalteng Masih Rendah

Jumat, 24 November 2017 16:03 WIB

Penyerapan APBD Kalimantan Tengah baik belanja langsung maupun tidak langsung belum ada yang mencapai 75 persen.


Indonesia vs Guyana, Momen Nostalgia Para Legenda

Jumat, 24 November 2017 16:03 WIB

PSSI juga telah mengundang sebanyak 36 legenda untuk menyaksikan pertandingan yang rencananya akan berlangsung di Stadion Patriot, Bekasi, S


Golkar Polisikan Ahmad Dolly Kurnia

Jumat, 24 November 2017 16:02 WIB

Ahmad Dolly Kurnia dinilai telah melakukan pencemaran nama baik.


Lazada Lirik Produk Kreatif Mahasiswa

Jumat, 24 November 2017 16:01 WIB

Lazada melirik sekaligus mengajak kalangan mahasiswa untuk menjadi seller produktif kreatif untuk membantu perekonomian ke depan.


Isu Krusial RUU KUHP Ini Disorot Ulama NU

Jumat, 24 November 2017 16:00 WIB

ada empat isu krusial yang menjadi perhatian khusus peserta bahtsul masa'il di dalam RUU KUHP.