/ Wawancara / Berita
SEA Games Kuala Lumpur 2017

Nataliya Sinkova: Indonesia Memaksa Kami Bekerja Keras

akurat logo
Hervin Saputra
Rabu, 23 Agustus 2017 21:06 WIB
Share
 
Nataliya Sinkova: Indonesia Memaksa Kami Bekerja Keras
Nataliya Sinkova membangun reputasi senam Malaysia sejak 1995. (Foto: Akurat.co/Hervin Saputra).

AKURAT.CO, Tiga tahun sebelum Malaysia menjadi tuan rumah Commonwealth Games 1998, Nataliya Sinkova didatangkan dari Ukraina ke Semenanjung Malaya. Sejak itu, perempuan kelahiran 7 Juni 1966 ini telah menanamkan “urat-akarnya” untuk Tim Senam Malaysia.

Puncak karirnya sebagai pelatih tim senam Negeri Jiran – julukan Malaysia – adalah ketika Farah Ann Abdul Hadi mencatatkan diri sebagai atlet Malaysia peraih medali pertama dalam kompetisi level kejuaraan dunia di Slovenia pada April 2016. Di Ljublana, Farah Ann meraih perak untuk kategori uneven bar.

Seiring dengan era kesuksesan yang diawali dengan dua medali emas pada SEA Games 2015 di Singapura, Sinkova kini bersiap mengakhiri hubungan 22 tahunnya dengan Malaysia. Di SEA Games Kuala Lumpur 2017, mantan pelatih Tim Nasional Senam Ukraina ini tidak menganggap tiga medali emas adalah pencapaian yang “banyak” untuk timnya.

Di Malaysian International Trade and Exhibition Centre, Kuala Lumpur, Rabu (23/8), Akurat.co berkesempatan mewawancarai Sinkova. Dalam kesempatan ini, Sinkova berbicara tentang kekuatan Indonesia yang memaksa timnya bekerja keras, dimulainya perhatian dunia terhadap dunia senam Malaysia, juga beban berat terhadap atletnya yang menjadi ikon SEA Games 2017, Farah Ann Abdul Hadi. Berikut petikannya:

Bagaimana Anda bisa membuat tim Anda sukses dan memenangi banyak medali emas?

(Kami) tidak menang banyak medali. Hanya dua medali emas untuk perseorangan dan satu untuk tim. Itu tidak banyak. Karena pada 2001 saya adalah pelatih (Malaysia) untuk SEA Games 2001 di Kuala Lumpur, dan dalam 16 tahun, saya tetap pelatih, dan pada (SEA Games 2015) terakhir kami mendapatkan empat medali emas. Kali ini hanya dua dari nomor perseorangan.

Tetapi, saya mau bilang terima kasih banyak untuk Indonesia karena mereka menekan kami untuk bertarung lebih kuat, karena mereka adalah kompetitor yang hebat, sangat kuat, mereka tidak memberikan kami kesempatan untuk rileks. Jadi, kami harus lebih berjuang, (persaingan) ini sangat bagus.

Berapa lama Anda mempersiapkan tim Anda untuk SEA Games kali ini?

(Persiapan) ini bukan hanya untuk SEA Games. Untuk setiap kompetisi, kami melakukan jadwal normal, saya tidak tahu apa yang Anda maksud (persiapan untuk) SEA Games. Karena kami punya kompetisi, kompetisi, dan kompetisi. SEA Games hanyalah salah satu dari kompetisi, tapi menjadi penting karena dilakukan di Kuala Lumpur. Jadi, kami hanya melakukan hal yang normal.

Apakah SEA Games kali ini lebih khusus dalam hal persiapan?

Setiap kompetisi adalah spesial.

Anda punya ikon SEA Games dalam diri Farah Ann Abdul Hadi. Bagaimana Anda memperlakukan dia untuk bisa memenangi medali emas?

Itu sangat sulit baginya. Secara mental sangat sulit, karena harapan sangat besar terhadap dia. Itu sebabnya mungkin dia gagal di uneven bar. Dia sangat sedih, dia menangis, dia minta maaf, dia tidak menampilkan yang terbaik. Dan kami mendorong tim senam kami untuk tampil baik. Dan jika ada medali emas, kami bersyukur.

Kenapa Farah Ann spesial bagi Malaysia dan Anda?

Tidak. Bagi saya, o my God, dia spesial bagi saya? Bukan hanya dia, semua (atlet) spesial bagi saya. Apa maksud Anda hanya Farah? Tidak.

Tetapi dia ikon bagi Malaysia?

Ya, mereka memilih dia. Karena dia memenangi lebih banyak medali emas di SEA Games sebelumnya. Itu sebabnya beban untuk dia menjadi lebih. Dia tidak hanya mendapat satu (emas). Itu sebabnya tekanan berlebih untuk dia. Tidak, saya tidak memilih hanya satu. Tracie (Ang), (Tan) Ing (Yueh), dan Farah, mereka semua bisa menjadi juara.

Ketika warga negara lain datang ke Kuala Lumpur dan mereka melihat potret Farah ada di banyak tempat, bagaimana menurut Anda?

Farah melakukan pekerjaan yang hebat dalam tiga tahun terakhir. Sebelum kompetisi pada 2015, tidak ada orang yang mengenal Malaysia di cabang senam. Dan kami (mencuri perhatian) di Asian Games, Commonwealth Games. Itulah saat di mana mereka memperhatikan Farah, o my god, dia tersenyum, seperti atlet lainnya. Dia tersenyum dari hati, itu menarik perhatian orang-orang.

Nataliya Sinkova bersama tim inti senam artistik putri Malaysia. Dari kiri ke kanan: Nataliya Sinkova, Farah Ann Abdul Hadi, Tan Ing Yueh, Nur Eli Elina Azmi, dan Tracie Ang. (Foto: Strait Times).

Dan orang-orang mulai mengenal kami. Dan kami berusaha untuk bersahabat dengan semua orang. Dan secara perlahan orang-orang mulai mengenal kami, dan itu dimulai dengan hasil pekerjaan Farah, untuk membuat orang tahu siapa Malaysia dalam dunia senam.

Itu sebabnya, dia adalah salah satu yang dikenal di dunia. Karena dia memulai dengan senyum yang bersahabat. Setelah itu, dia selalu menjadi pertunjukan, bukan hanya karena dia cantik, tetapi juga karena juga dia kuat dalam senam. Menurut saya, dia layak (mendapat perhatian) karena dia memiliki banyak medali.

Sudah berapa lama Anda bersama tim Malaysia?

Dua puluh dua tahun.

Sampai kapan Anda bertahan bersama Malaysia?

Saat ini saya mempersiapkan pelatih baru untuk masa depan.[]

 


Editor. Hervin Saputra

 

Rekomendasi


 

 

News Feed

Diklaim Pertama di Dunia, Ini Roti dari Jangkrik yang Dikeringkan

Jumat, 24 November 2017 16:20 WIB

Frazer Bakeries baru saja mengenalkan roti berbahan serangga pertama di dunia yang dijual ke konsumen di toko, Kamis (23/11)


Harga Ikan Laut Melambung Tinggi Selama Cuaca Buruk

Jumat, 24 November 2017 16:16 WIB

Harga ikan laut di pasar tradisional Kota Kendari, Sulawesi Tenggara mengalami kenaikan yang disebabkan oleh cuaca buruk.


Idrus Marham Sosialisasikan Plt Ketua Umum

Jumat, 24 November 2017 16:15 WIB

Idrus Marham berharap seluruh kader Partai Golkar tetap solid.


Bulog Bau Bau Telah Siapkan 3 Komoditas Jelang Natal

Jumat, 24 November 2017 16:13 WIB

La Rahibun : ketiga komoditas yang telah disiapkan di gudang penyimpanan yakni beras, gula pasir, dan bawang putih.


Kasus Penghinaan Pahlawan, Polda NTB Koordinasi dengan Dewan Pers

Jumat, 24 November 2017 16:12 WIB

Pelapor dalam kasus dugaan penghinaan ini mengatasnamakan Tim Pembela Pahlawan Nasional Maulana Syeikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Majid.


Kejurnas 2017: Ajang Evaluasi Atlet Pelatnas

Jumat, 24 November 2017 16:12 WIB

Kejurnas tahun ini untuk menjadikan laga evaluasi bagi para atlet pelatnas.


Game Lawas Ini Bisa Kembali Anda Nikmati Tahun Depan

Jumat, 24 November 2017 16:10 WIB

My Tamagotchi Life tidak akan tersedia di iOS dan Android hingga tahun depan.



Misteri Inisial SN di Balik Nama Saksi Kasus Penyerangan Novel Baswedan

Jumat, 24 November 2017 16:06 WIB

Jubir KPK meluruska, SN bukan Setya Novanto.


Kereta di India Salah Tujuan sampai 160 Kilometer

Jumat, 24 November 2017 16:05 WIB

Rombongan 1.500 petani akan kembali ke Maharashtra, negara bagian di barat India seusai mengikuti demonstrasi di Delhi.


Penyerapan APBD Kalteng Masih Rendah

Jumat, 24 November 2017 16:03 WIB

Penyerapan APBD Kalimantan Tengah baik belanja langsung maupun tidak langsung belum ada yang mencapai 75 persen.


Indonesia vs Guyana, Momen Nostalgia Para Legenda

Jumat, 24 November 2017 16:03 WIB

PSSI juga telah mengundang sebanyak 36 legenda untuk menyaksikan pertandingan yang rencananya akan berlangsung di Stadion Patriot, Bekasi, S


Golkar Polisikan Ahmad Dolly Kurnia

Jumat, 24 November 2017 16:02 WIB

Ahmad Dolly Kurnia dinilai telah melakukan pencemaran nama baik.


Lazada Lirik Produk Kreatif Mahasiswa

Jumat, 24 November 2017 16:01 WIB

Lazada melirik sekaligus mengajak kalangan mahasiswa untuk menjadi seller produktif kreatif untuk membantu perekonomian ke depan.


Isu Krusial RUU KUHP Ini Disorot Ulama NU

Jumat, 24 November 2017 16:00 WIB

ada empat isu krusial yang menjadi perhatian khusus peserta bahtsul masa'il di dalam RUU KUHP.