Catatan dari Kuala Lumpur (Bagian 1)

Salam Perpisahan nan Hangat dari Sahabat Malaysia

akurat logo
Hervin Saputra
Selasa, 05 September 2017 12:17 WIB
Share
 
Salam Perpisahan nan Hangat dari Sahabat Malaysia
Sejumlah wisatawan berpose di depan Menara Kembar Petronas yang menjadi ikon ibukota Malaysia, Kuala Lumpur, di sela SEA Games ke-29, 19-30 Agustus 2017. (Foto: AKURAT.CO/Sopian).

AKURAT.CO, Di bawah matahari sore Kuala Lumpur, kami pergi dalam lambaian tangan beberapa wajah yang kami temui sehari-hari dalam dua pekan bertugas di SEA Games Malaysia 2017. Mereka adalah Shahkir, Hamim, Sukh, Vijay, dan seseorang yang tampak seperti keturunan India yang saya tidak tahu namanya.

Sebelum pergi, kami memeluk mereka satu-persatu, tetapi saya tidak memeluk Sukh, kami hanya berjabat tangan. Dari lima orang itu, Hamim adalah nara penghubung kami dengan “masyarakat” Malaysia.

Hamim adalah seorang pria asal Banyuwangi yang bekerja di hotel tempat kami menginap. Ia sudah lebih dari sepuluh tahun di Malaysia. Kami mengenal Hamim dari seorang rekan yang saudaranya pernah bertemu dengan Hamim dan Shahkir di sebuah kapal dalam sebuah perjalanan.

Dan Shahkir, adalah warga Malaysia yang sehari-sehari bekerja di Bank Rakyat, semacam bank milik negara setempat. Shahkir adalah tipe orang Malaysia yang sangat memperhatikan perkembangan di Indonesia.

Ia tahu Jokowi, ia tahu kasus Ahok dan Pilkada DKI Jakarta 2017, dia pernah ke Banyuwangi, Bandung, Solo, Sibolga, Bali, dan Jakarta. Dan dia tidak segan untuk mengatakan “Indonesia is my second home” – ia menyebutnya benar-benar dalam Bahasa Inggris.        

Dua pekan sebelumnya, atau pada 14 Agustus 2017 malam, Shahkir dan Hamim menyambut kami dengan sesuatu yang membuat kami merasa “sulit” untuk bisa membalas kebaikan mereka.

Malam setiba di hotel yang terletak di Jalan Tun Razak, sekitar 400 meter dari Kuil Korrtu Malai Pillayar dan 350 meter dari Masjid Jamek – hanya ada Sukh. Sukh adalah resepsionis di hotel itu dan ketika melihat wajah kami di balik pintu kaca, ia langsung berkata, dalam Bahasa Inggris, “are you Hamim’s friends?”

Masjid Jamek, Kuala Lumpur. (Foto: Akurat.co/Hervin Saputra).

Sukh adalah satu dari tiga dari resepsionis di hotel tersebut selain Vijay dan Firdaus. Dan Sukh bukan orang Malaysia, dia dari India, benar-benar India, alias lahir dan besar di India lalu berimigrasi di Malaysia.

Percakapan pertama di Malaysia itu harus dimulai dengan Bahasa Inggris karena ketika saya bertanya apakah dia bisa berbahasa melayu, Sukh menjawab dalam melayu, “sikit-sikit lah…”

Sejak itu, percakapan dengan Sukh selalu menggunakan Bahasa Inggris. Patah-patah.

Di malam itu juga, Shahkir dan Hamim membawa kami berjalan-jalan keliling Kuala Lumpur. Perjalanan itu dilakukan dengan mobil pribadi di mana Shahkir adalah pengemudi sekaligus bertindak sebagai guide.

Dalam sekitar satu setengah jam, Shahkir telah membawa kami ke sejumlah tempat utama di Kuala Lumpur, termasuk Stadion Bukit Jalil, Dataran Merdeka, dan terowongan bawah tanah sepanjang tiga kilometer yang bisa berubah fungsi menjadi penampung air di kala hujan lebat – warga Jakarta lebih kerap menyebut benda ini dalam Bahasa Inggris: underpass.

Lalu kami diajak ke Kampung Baru. Di sana kami makan nasi kerabu, makanan khas Malaysia sejenis nasi merah namun berwarna ungu yang dimakan dengan lauk dan lalapan. Namun sudah ditaburi semacam urap dalam khasanah kuliner Indonesia.

Selanjutnya kami memesan es teh dan pelayan kedai itu bertanya dengan Bahasa Inggris, “tea ice?”, lalu kami mengangguk sambil mengulanginya, “ya, tea ice.” Dan yang datang adalah es teh bercampur susu yang rasanya manis. Di Malaysia, tea ice adalah es teh campur susu. Dan mereka menyebut te-o ice untuk es teh manis yang kita kenal di Indonesia.

Kru Akurat.co bersama sahabat di Malaysia di Hotel Arenaa Mountbatten, Kuala Lumpur, Kamis (31/8). Sukh keempat dari kiri, Shahkir keempat dari kanan, dan Hamim paling kanan. (Foto: Facebook/Shahkir Saad).

Pada makan malam yang singkat itu, kami mendengarkan Hamim dan Shahkir bercerita tentang pengalaman perjalanan yang pernah mereka lakukan di Indonesia.

Shahkir bisa bercerita tentang bagaimana dia lebih suka Jawa ketimbang Sumatera. Karena menurutnya, di Jawa dia sangat menemukan Indonesia yang ada dalam “perasaannya”. “Sumatera macam not so Indonesia lah… tak seperti Solo, Bali, Jogja..”

Juga, dia bercerita bahwa dia kapok ke Bandung karena pernah ditipu supir angkutan ke Tangkuban Perahu. Tetapi, nyaris setiap tahun ia ke Jakarta. “Kadang kita ke Jakarta cuma untuk makan, ‘nginap di hotel, dua-tiga hari, terus pulang,” ucapnya.

Dan mereka menjamu kami dengan membayar semua makanan dan minuman yang kami santap. Bagaimana caranya menolak kebaikan seperti ini? Lalu mereka mengantarkan kami ke hotel karena mereka tahu bahwa kami kelelahan.

Sambutan seperti ini membuat saya berpikir bahwa orang Malaysia itu bersahabat.[]


Editor. Hervin Saputra

 

Rekomendasi


 

 

News Feed

Pengelola Kelapa Sawit Wajib Berikan Kelebihan Listrik ke Masyarakat

Kamis, 21 September 2017 10:14 WIB

PLN terus melakukan upaya peningkatan rasio desa berlistrik. Untuk mencapai target 100 persen di tahun 2019.


PPP Umumkan Calon Gubernur Kaltim yang Diusungnya Oktober Nanti

Kamis, 21 September 2017 10:10 WIB

Menurutnya PPP saat ini sedang mencari pasangan koalisi yang bisa bekerja bersama-sama.


Mengejutkan! Paparan Terhadap Hewan Peliharaan Pada Bayi Mengurangi Risiko Asma

Kamis, 21 September 2017 10:08 WIB

Periset di University of Wisconsin-Madison di AS menemukan bahwa paparan alergen tertentu di awal kehidupan memiliki efek pencegahan.


Baleg Tak Ingin UU Penyiaran Jadi Polemik Baru

Kamis, 21 September 2017 10:07 WIB

Baleg sudah melakukan tahapan-tahapan, baik dari segi filosofis, yuridis dan teknis.


Legenda MU: Level Rashford Setara Mbappe & Dembele

Kamis, 21 September 2017 10:07 WIB

MU menang dengan skor 4-1 atas Burton


Keren! Menlu RI Terima Award Agen Perubahan dari PBB

Kamis, 21 September 2017 10:07 WIB

Saat ini, Indonesia sangat aktif melakukan berbagai upaya untuk membantu penyelesaian krisis di berbagai negara, termasuk di Rakhine State.


Sudah Melahirkan, Acha Septriasa Belum Berikan Nama Untuk Sang Putri

Kamis, 21 September 2017 10:06 WIB

Sudah diberi saran dari kedua orangtua, namun Acha belum berikan nama untuk sang anak.


Semen Indonesia Luncurkan Produk Hulu Hingga Hilir

Kamis, 21 September 2017 10:03 WIB

Semen Indonesia menyiapkan solusi lengkap yang siap memenuhi kebutuhan bisnis dari hulu hingga hilir


Pemutaran Film G30S/PKI, Politisi PDIP: Panglima TNI Harus Bertanggungjawab

Kamis, 21 September 2017 09:55 WIB

Pemutaran film G30S/PKI harus diikuti edukasi.


Kodim 0411/Lampung Tengah Akan Gelar Nobar Film G30S/PKI

Kamis, 21 September 2017 09:47 WIB

Ia mengatakan pemutaran film G30S/PKI untuk mengingatkan kembali sejarah kelam yang dialami bangsa Indonesia.


Ini Perubahan yang Dirasakan Rio Dewanto Semenjak Jadi Bapak

Kamis, 21 September 2017 09:38 WIB

Banyak Perubahan Rio Dewanto semenjak memiliki putri


Iran Peringatkan Trump Untuk Tidak Langgar Kesepakatan Nuklir

Kamis, 21 September 2017 09:29 WIB

Trump sendiri berdalih bahwa Iran melanggar isi perjanjian nuklir dengan melakukan tes rudal. Namun hal ini dibantah tegas oleh Teheran.


Nelayan Pantai Baron Dapat Tangkapan Ikan Melimpah

Kamis, 21 September 2017 09:20 WIB

Nelayan rata-rata mendapatkan ikan 50 kilogram hingga satu kuintal per kapal dalam sehari dalam beberapa minggu terakhir.


Pentas Seni Budaya Bengkulu Jadi Pembukaan Festival Tabot 2017

Kamis, 21 September 2017 09:07 WIB

PLT Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah membuka Festival Tabot 2017 yang dipusatkan di lapangan Tugu Merdeka, Kota Bengkulu, Rabu (20/9) malam


Iran: Kami Akan Hancurkan Israel Jadi Debu, Jika...

Kamis, 21 September 2017 08:59 WIB

Musavi mengecam keras kejahatan-kejahatan politik yang selama ini dilakukan Israel di kancah global.