SEA Games Kuala Lumpur 2017

Olahraga Melecut Jokowi dengan Kisah Pahit SEA Games 2017

akurat logo
Hervin Saputra
Rabu, 30 Agustus 2017 20:13 WIB
Share
 
Olahraga Melecut Jokowi dengan Kisah Pahit SEA Games 2017
Atlet lompat jauh Indonesia, Maria Londa, gagal mengulang sukses meraih emas di SEA Games Singapura 2015 dengan hanya meraih perak di SEA Games Kuala Lumpur 2017. (Foto: Akurat.co/Sopian).

AKURAT.CO, “Ingatlah bahwa di sana saudara-saudara mewakili Indonesia, negara yang sudah sepuluh kali menjadi juara umum di SEA Games.”

Kalimat di atas diucapkan oleh Jokowi - sapaan akrab Presiden Joko Widodo - di Istana Negara Jakarta, 7 Agustus silam, saat melepas Kontingen Indonesia untuk SEA Games Kuala Lumpur 2017.

Kini, di malam upacara penutupan SEA Games 2017 di Stadion Nasional Bukit Jalil, apa yang bisa kita pegang dari ucapan penyemangat itu?

Sudah tiba saatnya bagi seseorang seperti Joko Widodo untuk mengatakan “lupakan kejayaan masa lalu” karena persaingan kini sudah berbeda. Sungguh memalukan dan menyakitkan mengingat catatan sepuluh gelar juara di pesta olahraga se-Asia Tenggara dengan melihat Indonesia hanya berhasil menempati posisi kelima dengan raihan total 38 emas, 63 perak, dan 9o perunggu, di tahun 2017.

Indonesia, negara dengan sepuluh gelar ini, kini terdiam di belakang Malaysia, Thailand, Vietnam, dan negara sepulau di seberang pulau Batam bernama Singapura. Capaian pada 2017 adalah yang terburuk sepanjang sejarah, bahkan lebih buruk dari capaian terburuk SEA Games Singapura 2015 di mana Indonesia berada pada posisi kelima dengan 47 medali emas, 61 perak, dan 74 perunggu.

Apa yang sebenarnya terjadi dengan Indonesia?

Dalam lebih dari dua pekan Akurat.co melompat dari satu venue ke venue lain di Kuala Lumpur, yang terdengar adalah keluhan para atlet. Baik bagi mereka yang meraih medali emas, yang ditargetkan meraih emas namun gagal, bahkan yang sama sekali tidak mendapatkan emas.

Ambil contoh pada cabang senam artistik. Bakat besar yang dimiliki Rifda Irfana Luthfi membuatnya menjadi “bintang SEA Games 2017” dengan satu medali emas, satu perak, dan tiga perunggu. Namun, atlet yang belum genap berusia 18 tahun ini bisa berbicara tentang bagaimana timnya kalah segalanya dari Malaysia.

“Dia (Malaysia) lebih banyak pengalaman, pelatihnya juga dari luar, alatnya juga memadai,” ujar Rifda.

Sejauh ini, Indonesia pada dasarnya hanya mengandalkan bakat. Namun, dalam event multicabang di mana pencapaian seorang atlet akan dihitung atas nama negara, sistem adalah yang utama.

Ada banyak cerita miris dari para atlet dan pelatih tentang bagaimana mereka diperlakukan oleh masing-masing federasi, dan pada akhirnya, pemerintah. Di atletik, seorang atlet peraih medali emas di Singapura pada 2015 harus meraih perak karena tidak termotivasi. Salah satunya adalah karena uang saku yang terlambat sementara kehidupan sehari-harinya hanya bergantung pada pekerjaannya sebagai atlet.

Peraih medali emas angkat besi kelas 69 kilogram, Deni, misalnya, harus dihargai lebih karena masih menjadi yang terbaik meski sempat meninggalkan pelatihan nasional pada April silam lagi-lagi akibat uang saku yang terlambat.

“Iya, begitulah, karena keterlambatan uang saku saya pulang, cari personal trainer,” ucap Deni.

Manajer Tim Angkat Besi Indonesia untuk SEA Games 2017, Alamsyah Wijaya, secara blak-blakan menyebutkan bahwa mereka tidak punya zona yang nyaman sebelum datang ke Kuala Lumpur. Selain uang saku, atlet tidak memiliki perawatan medis yang siap sedia jika cedera, juga nutrisi yang cukup.

“Kalau begitu, jangan mengharapkan apa-apa,” kata Alamsyah.

Hal lain yang lebih berkaitan dengan momentum adalah kisruh bendera terbalik di buku cenderamata dan dugaan kecurangan tuan rumah pada sepak takraw putri. Benar bahwa Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi mengajukan protes untuk menunjukkan harga diri bangsa, namun menggunakan kata “astaghfirullah” di Twitter membuat suasana perasaan menjadi “keras.”

Selain itu, kita tak bisa selamanya bersembunyi di balik tuduhan tuan rumah selalu melakukan kecurangan pada cabang-cabang yang tak terukur. Lupakan Malaysia yang meraih 145 medali emas, tapi lihat Thailand yang meraih 72 emas, Vietnam dengan 58 emas, dan Singapura dengan 57 emas. Bahkan dengan Singapura yang berada pada posisi keempat, Indonesia berselisih 19 emas.

Jika kita percaya bahwa olahraga adalah simbol kekuatan dan kesehatan sebuah bangsa, maka pencapaian SEA Games 2017 jelas adalah masalah besar. Di bidang olahraga, era Presiden Joko Widodo dengan dua SEA Games terakhir adalah era yang menyedihkan.

Dua tahun lagi, atau tepat di tahun terakhir masa kepemimpinannya, atau tahun di mana Pemilihan Umum dan Pemilihan Presiden akan digelar, SEA Games akan digelar di Filipina. Terpilih kembali atau tidak, Joko Widodo akan menandai kepemimpinannya dengan kenang-kenangan indah melalui kebangkitan di Filipina.[]

 

 


Editor. Hervin Saputra

 

Rekomendasi


 

 

News Feed

Semen Indonesia Luncurkan Produk Hulu Hingga Hilir

Kamis, 21 September 2017 10:03 WIB

Semen Indonesia menyiapkan solusi lengkap yang siap memenuhi kebutuhan bisnis dari hulu hingga hilir


Pemutaran Film G30S/PKI, Politisi PDIP: Panglima TNI Harus Bertanggungjawab

Kamis, 21 September 2017 09:55 WIB

Pemutaran film G30S/PKI harus diikuti edukasi.


Kodim 0411/Lampung Tengah Akan Gelar Nobar Film G30S/PKI

Kamis, 21 September 2017 09:47 WIB

Ia mengatakan pemutaran film G30S/PKI untuk mengingatkan kembali sejarah kelam yang dialami bangsa Indonesia.


Ini Perubahan yang Dirasakan Rio Dewanto Semenjak Jadi Bapak

Kamis, 21 September 2017 09:38 WIB

Banyak Perubahan Rio Dewanto semenjak memiliki putri


Iran Peringatkan Trump Untuk Tidak Langgar Kesepakatan Nuklir

Kamis, 21 September 2017 09:29 WIB

Trump sendiri berdalih bahwa Iran melanggar isi perjanjian nuklir dengan melakukan tes rudal. Namun hal ini dibantah tegas oleh Teheran.


Nelayan Pantai Baron Dapat Tangkapan Ikan Melimpah

Kamis, 21 September 2017 09:20 WIB

Nelayan rata-rata mendapatkan ikan 50 kilogram hingga satu kuintal per kapal dalam sehari dalam beberapa minggu terakhir.


Pentas Seni Budaya Bengkulu Jadi Pembukaan Festival Tabot 2017

Kamis, 21 September 2017 09:07 WIB

PLT Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah membuka Festival Tabot 2017 yang dipusatkan di lapangan Tugu Merdeka, Kota Bengkulu, Rabu (20/9) malam


Iran: Kami Akan Hancurkan Israel Jadi Debu, Jika...

Kamis, 21 September 2017 08:59 WIB

Musavi mengecam keras kejahatan-kejahatan politik yang selama ini dilakukan Israel di kancah global.


Pilgub Jatim, Apakah Gus Ipul Siap Bersaing dengan Khofifah?

Kamis, 21 September 2017 08:52 WIB

Setiap orang juga berhak maju untuk ikut pemilihan kepala daerah. Namun, ia ingat yang diinginkan ulama, kiai berbagi peran.


Di Semarang, Umat Katolik Gelar Misa Malam Sura

Kamis, 21 September 2017 08:44 WIB

Tahun baru identik dengan semangat baru umat untuk mulai menjalani pola kehidupan baru yang lebih baik.


Panen Surplus, Pemkab Gunung Kidul Pastikan Pasokan Pangan Aman

Kamis, 21 September 2017 08:41 WIB

Konsumsi hingga tingkat rumah tangga kebutuhan pangan berada pada angka 62.250 ton.


Citilink Perluas Rute ke Indonesia Timur, Jayapura, Sulawesi

Kamis, 21 September 2017 08:30 WIB

Citilink Indonesia memperbanyak pembukaan rute penerbangan baru menuju wilayah timur Indonesia.


Indonesia Ikut Tandatangani Traktat Pelarangan Senjata Nuklir

Kamis, 21 September 2017 08:20 WIB

Traktat tersebut akan mulai berlaku 90 hari setelah ditandatangani oleh sedikitnya 50 negara.


Dicibir Tak Berikan Anting untuk Anak, ini Jawaban Rio Dewanto

Kamis, 21 September 2017 08:19 WIB

Tak ingin menyakiti anak, jadi alasan Rio Dewanto tak berikan anting untuk anak


Desa Nongan Siap Tampung Pengungsi Gunung Agung

Kamis, 21 September 2017 08:19 WIB

Masyarakat dan pengurus desa Nongan sudah melakukan persiapan untuk menampung Gunung Agung dengan mempersiapkan sarana dan prasarana.