SEA Games Kuala Lumpur 2017

Farrah Hani: Etika dan Teknik Itu Bergandengan

akurat logo
Hervin Saputra
Senin, 28 Agustus 2017 22:20 WIB
Share
 
Farrah Hani: Etika dan Teknik Itu Bergandengan
Peraih medali emas senam ritmik SEA Games 1991 dan 1993 kini menjadi pelatih senam Malaysia dan ahli bedah. (Foto: Akurat.co/Hervin Saputra).

AKURAT.CO, Setelah meninggalkan olahraga sejak 1994, Farrah-Hani Imran akhirnya kembali ke dunia yang pernah melambungkan namanya sebagai peraih medali emas senam ritmik SEA Games Manila 1991 dan Singapura 1993.

Sejak ditugaskan oleh Federasi Senam Malaysia untuk memimpin tim senam ritmik negaranya pada Kejuaraan Senam Ritmik Junior Asia 2014 di Bukit Jalil, Farrah bertahan hingga SEA Games 2017 digelar di Kuala Lumpur.

Di sela kesibukannya sebagai dosen Universiti Kebangsaan Malaysia dan dokter ahli bedah di rumah sakit pemerintah, Farrah dengan gembira melihat timnya mendominasi senam ritmik SEA Games Kuala Lumpur 2017. Semua medali emas, baik tim atau perorangan, menjadi milik anak asuhnya.

Akurat.co mewawancarainya di Malaysian International Trade dan Exhibition Centre, Kuala Lumpur, Senin (28/8). Dalam kesempatan ini, wanita kelahiran November 1977 yang masih menyiratkan kecantikan masa mudanya ini berbicara tentang pendidikan sikap bagi para pesenam, kesulitan keuangan untuk olahraga senam, dan pandangannya tentang olahraga senam Indonesia. Berikut petikannya:  

Malaysia mendominasi senam ritmik, apa rahasianya?

Saya rasa, itu karena nasib. Di hari pertama, banyak pesenam melakukan kesalahan. Jadi, (yang menang) siapa yang paling sedikit membuat kesalahan. Pada olahraga ini, setiap kategori ada tingkat kesulitan masing-masing. Jadi, apabila sudah mulai, katakanlah pada kategori seorang pesenam, (dan) masih ada (kategori) yang lebih sulit, tapi kalau dia tidak membuat kesalahan, mungkin nilai dia lebih tinggi, 17-18. Sementara itu, walaupun tidak salah, berdasarkan koreografi, dia bisa mendapatkan 15. Jadi, penilaiannya seperti loncat indah, kalau dia tiga kali berputar, sementara yang lain cuma dua kali putaran, yang ini (tiga kali putaran), pasti lebih tinggi.

Jadi, rahasianya, kalau bisa saya bilang, hanya kerja tim. Di sini kami tidak menekankan pada satu pesenam saja, semua orang sama. Kami memberikan didikan dan latihan, dan harus menunjukkan sikap masing-masing. Ini semua perlu didikan, dibudidayakan.

Bisakah Anda menjelaskan seperti apa sikap yang Anda ajarkan kepada para pesenam Anda?

Sikap itu harus positif. Sikap itu sesuatu yang berdasar pada keinginan untuk belajar, tidak angkuh, tidak besar kepala, tidak gampang bangga. Seperti saat ini, meski menang hari ini, belum tentu akan terus menang. Jadi, setelah hari ini, semua orang harus berlatih.

Apakah sikap itu diterapkan di luar latihan?

Ya, di luar latihan dan di luar olahraga. Sepertinya, setengah (atlet senam Malaysia) masih sekolah, tiga yang lainnya masih kuliah, jadi masih menjalani pendidikan masing-masing. Jadi perilaku mesti positif, mereka harus selalu tahu apa yang baik dan tidak ketika menerima koreksi dan kritik dari pelatih. Karena olahraga ini ada banyak unsur baik dan yang tidak baik. Ada kecemburuan, terkadang ketika melihat orang lain lebih hebat dari kita, muncul rasa jealous.

Jadi, mereka harus paham, bagaimana diri mereka sendiri. Olahraga memang begitu, Anda harus mendidik diri untuk memahami diri Anda sendiri. Bagaimana untuk menjadi pribadi yang lebih baik, bagaimana untuk tidak menjadi selfish. Terutama untuk olahraga tim.

Bagaimana Anda memastikan bahwa atlet Anda menerapkan sikap yang harus mereka lakukan di luar olahraga?

Kita tidak punya cara untuk memastikan bahwa mereka menerapkan sikap (yang diajarkan). Tapi kami memandu dengan memberikan contoh. Ketika kita bilang, jangan melakukan a, b, c, d, tapi kita sendiri melakukan hal itu, atlet akan melihat kita dan (mereka protes), “tadi menyuruh berkelakuan baik, tapi berkelakuan jahat.” Jadi, Anda harus memandu dengan contoh.

Jika Anda mengharapkan sesuatu dari atlet Anda, Anda sendiri harus punya etika, prinsip, integritas. Ini semua adalah unsur penting untuk hidup, bukan saja untuk hidup sekarang, tetapi juga sampai mati. Kita mati dalam kehidupan ini hanya bawa jasad saja, tak ada yang lain.

Mana yang lebih sulit, melatih teknik atau mengajarkan sikap?

Dua-duanya saya rasa bergandengan. Anda bisa bagus dari sisi teknik, tapi sikap buruk, tidak ada akan menjadi juara. Dua-duanya perlu didikan dan dukungan. Didikan dan dukungan berpegangan erat untuk melatih teknik dan sikap.

Berapa lama Anda mempersiapkan tim Anda untuk SEA Games kali ini?

Kita tidak hanya bersiap untuk SEA Games, tetapi kita punya on going programme. Jadi, SEA Games ini adalah salah satu dari program yang sudah ada. Jadi, setelah ini ada (kompetisi lagi). Jadi, tidak ada setelah SEA Games lalu libur. Ini memang berkelanjutan, tidak ada selepas SEA Games, lalu selesai. Atau libur dua bulan.

Kebanyakan di negara lain, mereka terus berlatih dan berlatih. Mulai dari junior ke senior, sebab waktu berlalu sangat cepat. Bagi pesenam, persiapan para pesenam sejak mereka masih muda.

Kalau dibandingkan dengan Indonesia, bisakah Anda menjelaskan sistem di Malaysia?

Pelatih senam Indonesia, Winny Sari, dia adalah rekan saya semasa kita bertanding di SEA Games 1991 dan 1993, di Singapura dan Manila, sudah tua saya.. Jadi dia wakil Indonesia, saya wakil Malaysia, sekarang kita berteman baik. Kita bertemu di sini seperti kawan lama. Jadi, saya rasa, Indonesia bukannya tidak punya sistem, itu lebih baik Anda bisa mewawancarai dia. Menurut saya akan bagus untuk artikel Anda.. dia bisa berbicara tentang apa kesulitan yang dia lalui di Indonesia.

Sebab, dari yang saya lihat, pesenam yang tampil di sini, semuanya bagus dari segi keseniannya, dari segi teknikal, sikapnya bagus. Kami di belakang arena, jika berpapasan, (saling mengucapkan) “good luck”, walaupun dari negara yang berbeda. Sebab, senam irama ini seperti keluarga. Jadi, meski kita bersaing, setelah itu semua positif.

Bagaimana pengelolaan senam Malaysia dari segi finansial?

Finansial saya tidak tahu berapa banyak kita dapat. Tapi kita dapat dukungan dari Majelis Sukan Negara kami, tapi ada batasnya. Dan sekarang Anda tahu, wilayah kita, Indonesia-kah, Malaysia-kah, kesulitan ekonomi itu besar. Seperti saya, bekerja di rumah sakit kerajaan, ada tantangan, kalau dia (pasien) tidak punya anggaran, sulit bagi saya sebagai ketua unit untuk meneruskan pelayanan dengan anggaran yang kurang. Sama juga dengan olahraga, kalau anggarannya dikurangkan kami masih mencoba apa yang kami bisa. Semangat itu mesti ada, tetapi kadang-kadang mesti ada dukungan finansial.

Bagaimana dukungan finansial untuk olahraga di Malaysia?

Bisa dikatakan sederhana. Katakanlah untuk kompetisi seperti ini, sewa ruangan ini (Mitec) siapa yang mau bayar? Harus ada sponsor. Seperti Anda lihat pada cabang olahraga lain, seperti bulutangkis, sangat populer di Indonesia dan Malaysia, banyak sponsornya. Untuk senam ritmik, agak sulit mencari sponsor. Jadi itu adalah tantangan kami, kami tidak punya corporate sponsor. Kalau ada, bagus.

Sama dengan Indonesia, dan negara lain, seperti renang ada arenanya, semua mereka pakai pakaian renang. Kalau ada yang menaungi, itu bagus. (Tapi) itu kesusahannya.

Apakah senam di Malaysia ada pusat pelatihannya?

Ada. Tapi kita selalu membuat sebelum kompetisi. Seperti di zaman saya sampai sekarang, mungkin satu atau dua minggu sebelum kompetisi kami berkumpul di satu tempat dan berlatih, pagi atau sore. Dan mungkin, (yang masih) sekolah libur untuk masa latihan.

Tempatnya di mana?

Berbeda-beda. Kadang-kadang di Majelis Sukan Negara, Bukit Jalil, ada asrama di mana empat orang bisa tinggal dalam satu kamar. Ada kemudahan untuk makan, mandi, dan hal-hal dasarlah. Kalau di Indonesia ada juga, sepertinya.

Ada juga yang bolak-balik ke rumah. Kalau kehidupan sehari-hari, mereka bolak-balik dari rumah. Seperti mereka (menunjuk sejumlah atlet), itu junior kita, mereka bolak-balik dari rumah. Seperti Amy (Kwan Dict Eng – atlet senam ritmik Malaysia) di tinggal di apartemen di dekat kawasan latihan. Jadi, waktu dari rumah ke tempat latihan tidak lama.

Apakah itu dibiayai pemerintah?

Dia bayar sendiri. Tapi… Anda bisa tanyakan kepada Majelis Sukan. Saya rasa ada program masing-masing. Tapi semua bayar sendiri, kalau tidak salah saya. Saya tak banyak tanya. Tapi seperti di Indonesia ada banyak kemacetan, terutama di Jakarta. Kami di Malaysia pun macetnya buruk, itu sebabnya banyak orang tinggal di dekat lokasi latihan.

Bagaimana cara menjaring atlet senam di Malaysia?

Itu adalah tantangan besar. Selalu kita mencari siapa yang punya minat, awalnya di klub, atau masing-masing kalau ada potensi, dibawa ke pertandingan distrik, dari distrik ke negara bagian, dari negara bagian ke kejuaraan nasional. Jadi menjaringnya di sana, kami tidak berkampanye mencari orang. Itu sebabnya peranan media sangat penting untuk mempromosikan apa itu senam irama, bagaimana olahraganya, bagaimana teknikalnya. Jadi, orang melihat seperti balet, seperti tarian, seperti seni, itu semua ada. Dan Indonesia kuat di bidang seni, itu sebabnya Indonesia ada potensi besar untuk menguasai senam ritmik.

Bagaimana menurut Anda senam ritmik Indonesia pada beberapa tahun terakhir?

Kami senantiasa menghormati Indonesia. Karena tidak pernah berhenti mengembangkan olahraga senam ritmik. Karena senam irama ini selalu hidup di Indonesia, walaupun banyak tantangan yang harus dilalui. Jika negara sudah susah, rakyat memerlukan uang terlebih dahulu. Uang untuk olahraga, saya mengerti, di mana-mana pemimpin harus membuat keputusan, bagaimana membagi-bagikan uang pemerintah, itu perlu… sebab saya bekerja di rumah sakit sebagai ahli bedah, uang yang digunakan untuk latihan, kehidupan, harus pergi ke sana dulu (pemerintah). Adalah keputusan yang sulit untuk menempatkan anggaran di sana.

Sekarang ini Indonesia dan Malaysia masih krisis, kita punya tantangan. Tetapi tidak apa, asalkan bersikap positif, kita mencoba apa yang bisa. Seperti di unit saya (di rumah sakit), ada gurauan “anggaran rendah, semangat tinggi.” Walaupun anggaran rendah, semangat selalu tinggi. Jadi saya punya staf.. itu sebabnya kita harus memimpin dengan contoh. Kalau saya bos, saya sedih, saya marah setiap hari, mereka juga tidak gembira. Jadi, kita harus punya sikap positif, anak buah kita akan ikut.

Berapa banyak turnamen yang diikuti oleh atlet Anda dalam setahun?

Tidak ada jumlah fix, kadang-kadang tiga, kadang-kadang lima. Di dalam dan di luar negeri.

Apakah senam menjadi prioritas Malaysia di SEA Games kali ini?

Iya, sebab di SEA Games ini ada sarana untuk mencungkil bakat baru. Tapi bagi kami ini sangat esensial.[]

 

 

 

 

 

 

 


Editor. Hervin Saputra

 

Rekomendasi


 

 

News Feed

PPP Umumkan Calon Gubernur Kaltim yang Diusungnya Oktober Nanti

Kamis, 21 September 2017 10:10 WIB

Menurutnya PPP saat ini sedang mencari pasangan koalisi yang bisa bekerja bersama-sama.


Mengejutkan! Paparan Terhadap Hewan Peliharaan Pada Bayi Mengurangi Risiko Asma

Kamis, 21 September 2017 10:08 WIB

Periset di University of Wisconsin-Madison di AS menemukan bahwa paparan alergen tertentu di awal kehidupan memiliki efek pencegahan.



Legenda MU: Level Rashford Setara Mbappe & Dembele

Kamis, 21 September 2017 10:07 WIB

MU menang dengan skor 4-1 atas Burton


Keren! Menlu RI Terima Award Agen Perubahan dari PBB

Kamis, 21 September 2017 10:07 WIB

Saat ini, Indonesia sangat aktif melakukan berbagai upaya untuk membantu penyelesaian krisis di berbagai negara, termasuk di Rakhine State.


Sudah Melahirkan, Acha Septriasa Belum Berikan Nama Untuk Sang Putri

Kamis, 21 September 2017 10:06 WIB

Sudah diberi saran dari kedua orangtua, namun Acha belum berikan nama untuk sang anak.


Semen Indonesia Luncurkan Produk Hulu Hingga Hilir

Kamis, 21 September 2017 10:03 WIB

Semen Indonesia menyiapkan solusi lengkap yang siap memenuhi kebutuhan bisnis dari hulu hingga hilir


Pemutaran Film G30S/PKI, Politisi PDIP: Panglima TNI Harus Bertanggungjawab

Kamis, 21 September 2017 09:55 WIB

Pemutaran film G30S/PKI harus diikuti edukasi.


Kodim 0411/Lampung Tengah Akan Gelar Nobar Film G30S/PKI

Kamis, 21 September 2017 09:47 WIB

Ia mengatakan pemutaran film G30S/PKI untuk mengingatkan kembali sejarah kelam yang dialami bangsa Indonesia.


Ini Perubahan yang Dirasakan Rio Dewanto Semenjak Jadi Bapak

Kamis, 21 September 2017 09:38 WIB

Banyak Perubahan Rio Dewanto semenjak memiliki putri


Iran Peringatkan Trump Untuk Tidak Langgar Kesepakatan Nuklir

Kamis, 21 September 2017 09:29 WIB

Trump sendiri berdalih bahwa Iran melanggar isi perjanjian nuklir dengan melakukan tes rudal. Namun hal ini dibantah tegas oleh Teheran.


Nelayan Pantai Baron Dapat Tangkapan Ikan Melimpah

Kamis, 21 September 2017 09:20 WIB

Nelayan rata-rata mendapatkan ikan 50 kilogram hingga satu kuintal per kapal dalam sehari dalam beberapa minggu terakhir.


Pentas Seni Budaya Bengkulu Jadi Pembukaan Festival Tabot 2017

Kamis, 21 September 2017 09:07 WIB

PLT Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah membuka Festival Tabot 2017 yang dipusatkan di lapangan Tugu Merdeka, Kota Bengkulu, Rabu (20/9) malam


Iran: Kami Akan Hancurkan Israel Jadi Debu, Jika...

Kamis, 21 September 2017 08:59 WIB

Musavi mengecam keras kejahatan-kejahatan politik yang selama ini dilakukan Israel di kancah global.


Pilgub Jatim, Apakah Gus Ipul Siap Bersaing dengan Khofifah?

Kamis, 21 September 2017 08:52 WIB

Setiap orang juga berhak maju untuk ikut pemilihan kepala daerah. Namun, ia ingat yang diinginkan ulama, kiai berbagi peran.